Tuesday, February 7, 2012

Transfusi Darah pada H D N & AIHA : masalah yang perlu diperhatikan

Sejak  ditemukan adanya golongan darah  ABO  oleh Karl Landsteiner pada  tahun 1901  dan faktor Rhesus (Rh)  oleh Levine  pada tahun 1939, semua  transfusi darah diambil  dari donor yang  telah  diketahui golongan ABO dan faktor Rh nya. Dengan demikian hasil crossmatching umumnya sesuai (kompatibel),   dapat   ditransfusikan    kepada pasien dengan selamat dan sukses.  Tetapi  ada kekecualian pada kasus  yang istimewa, misalnya terdapatnya antibodi Lewis  a atau Lewis b pada pasien yang golongannya Lewis  a dan Lewis b negatif.

Bila pasien ini menerima darah donor Lewis   a  atau Lewis  b positif,   walaupun sudah  kompatibel pada sistem  ABO  dan faktor Rh nya, tetap  terjadi  aglutinasi (inkompatibilitas) pa- da crossmatching in vitro. Ada  dua  contoh yang  lain  lagi. Misalnya  pasien bergolongan subgroup     A yang mempunyai anti-A1    dalam serumnya. dapat bereaksi     dengan darah golong- an A. Seorang pasien  yang bergolongan O, Bombay blood, inkompatibel dengan semua donor golongan O karena ada anti- H yang  kuat  dalam serum pasien yang  bisa  bereaksi keras dengan H yang  terdapat pada  semua sel, yang  justru  paling banyak  pada sel golongan O(Contoh tersebut di atas pernah saya tulis pada  Cermin Dunia Kedokteran tahun 1978 No. 11 dan 12)

Dalam  kesempatan ini saya ajukan  lagi dua macam  penya- kit anemia hemolitik yang juga sering  mengalami kesulitan/ kekeliruan dalam transfusi; yang  pertama adalah Penyakit Hemolitik pada Bayi-Baru-Lahir (Hemolytic Disease of the Newborn = HDN), yang  kedua  adalah Anemia Hemolitik Auto-Imun (Auto-immune Hemolytic Anemia = AIHA).

PENYAKIT HEMOLITIK PADA BAYI-BARU-LAHIR (HDN)

Kasus ini sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Delapan belas tahun yang lalu (1962) Dr. Hudono ST pernah mengemukakan beberapa kasus HDN  yang disebabkan oleh antibodi A atau B di Jakazta.  Sejak itu banyak yang tertarik dan menaruh  per- hatian besar pada penyakit ini. Sudah lianyak tulisan mengenai HDN  yang dimuat dalam  Buletin Transfusi Darah  LPTD/ PMI. Juga banyak kasus yang dilaporkan dalam Kongres  Na- sional   Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indone- sia dan Kongres Obstetri Ginekologi Indonesia.

Penyebab  HDN ialah proses hemolisis  yang terjadi sebagai akibat adanya antibodi (anti-A/anti-B) jenis IgG dalam serum ibu yang  dapat melintasi rintangan plasenta, sehingga be- reaksi    dengan antigen yang bersangkutan (A/B) dalam eritrosit janin. IgG anti-A atau IgG anti-B memang sudah ada secara alamiah  pada setiap orang  yang  tidak memiliki  antigen A atau antigen B. IgG anti-A  dan IgG anti-B  paling  banyak terdapat pada golongan 0. Maka HDN biasanya terjadi pada se- orang ibu bergolongan  O yang melahirkan bayi bergolongan  A atau B, karena IgG anti-A/anti-B bereaksi dengan sel eritrosit janin yang akhirnya menyebabkan hemolisis dan menimbulkan anemia dan ikterus. Bila bayi mengalami anemia berat dan bi- lirubin  dalam  serum  meninggi sehingga diperlukan transfusi - exchange, sudah pasti yang diminta  adalah darah segar; tetapi golongan darah apa yang kompatibel  yang dapat menolong ba - yi ini dari  ambang pintu kematian ? Sayang sekali kadang- kadang masih terjadi golongan yang sama dengan bayi yang di- pilih     untuk transfusi exchange.    Betul     transfusi     darah prinsipnya harus memakai darah yang segolongan dan kom- patibel.

  Namun karena gugup  atau terburu-buru, mungkin hanya  diingat  golongannya tapi lupa kompatibilitasnya. Bila dilakukan     crossmatching     dengan lengkap        menggunakan test  Coombs, pasti  terlihat aglutinasi karena serum si bayi yang mengandung IgG anti-A  yang datang  dari ibu bereaksi dengan sel donor A. Dengan test Coombs reaksi ini jelas me- nunjukkan hasil  inkompatibel. Bila darah donor golongan
A yang dimasukkan ke badan  bayi, maka  darah  donor  A ini segera diselubungi oleh IgG anti-A yang sudah ada dalam se- rum bayi. Darah  donor  yang baru saja masuk  dengan cepat menjadi rusak dan hancur. Maka anemianya  bukan hanya tidak dapat  diperbaiki, malah  bilirubinnya lebih meninggi dan ke- adaan bayi menjadi bertambah payah. 

Melihat  reaksi di atas,maka  darah  yang  tidak  memiliki antigen A menjadi pilihan
untuk trarlsfusi exchange. Umumnya kita ambil  donor go- longan O, lebih baik lagi O packed cell yang dipakai.

ANEMIA HEMOLITIK AUTO IMUN ( AIHA )

AIHA  adalah  anemia  yang disebabkan adanya  auto-antibodi yang langsung dapat melawan antigen  pada sel sendiri.  Biasa- nya AIHA dibagi dalam dua tipe; antibodi  tipe hangat (warm type) yang aktif pada suhu 37°C (85%)  dan tipe dingin  (cold type) yang aktif pada suhu 4°C (15%).  Tidak ada darah yang kompatibel untuk tipe  hangat maupun tipe  dingin. Lebih tepat boleh dikatakan transfusi  darah sebenarnya merupakan kontraindikasi. Tidak  sedikit  kasus  anemia yang belum  jelas diagnosisnya terburu-buru diberikan  transfusi  darah sehingga keadaan umum dan anemianya malah bertambah buruk, apa- lagi pada AIHA tipe hangat.

• Khusus untuk  AIHA  tipe hangat, bila Hb masih  di atas
5 g %, kita masih bisa sabar menunggu hasil pengobatan dari
steroid dengan dosis tinggi. Dalam beberapa hari saja sudah dapat mulai terlihat berkurangnya  jumlah antibodi yang me- nyelubungi sel dan jumlah pembuatan antibodi juga menurun. Dengan keadaan demikian sel pasien dapat bertahan lebih la- ma. Keadaan  anemia  perlahan-lahan dapat diperbaiki. Kita harus jangan lupa pasien AIHA umumnya berjalan perlahan- lahan dan sudah bisa menyesuaikan diri dalam keadaan Hb rendah,  Maka  kita tidak  perlu  terburu-buru memberikan transfusi, sebab AIHA dengan tipe hangat dapat memperoleh kemajuan yang memuaskan dengan terapi steroid atau splenek- tomi, sebab limpa merupakan  kuburan daripada sel berselu- bung (coated cell) yang dicaplok oleh makrofag.

• Lain halnya dengan  AIHA pada tipe dingin. Kasus ini ti- dak banyak kemajuan dengan terapi steroid atau splenektomi. Transfusi darah juga merupakan kontraindikasi, tetapi reaksi atau resiko akibat transfusi  tidak berat seperti yang dialami oleh kasus AIHA tipe hangat. Karena antibodi tipe dingin ini hanya aktif pada suhu rendah (tidak aktif pada 37°C), maka lebih baik pasien dilindungi supaya suhu badan keseluruhan dapat bertahan  pada 37°C, termasuk  hidung, kuping, ujung jari tangan dan kaki; Dengan cara ini biasanya sudah dapat di- cegah reaksi antara auto-antibodi dengan sel pasien sendiri.

Bila sudah dicoba dengan cara di atas keadaan masih juga tidak ada perbaikan dan Hb di bawah 3 g% mendorong permin- taan darah cito dari dokter yang merawatnya,  baru kita beri- kan darah yang   least incompatible.   Sel darah merah yang di- cuci pun tidak lebih banyak  dapat menolong kasus AIHA tipe   dingin.  Transfusi  harus   menggunakan koil pemanas (warming coil) supaya darah sebelum masuk ke badan pasien sudah dipanaskan suhunya sampai 37°C, jadi bukan darah da- lam botol atau plastik  yang diinkubasi dalam penangas air sampai 37°C, karena  suhu tidak dapat tetap bertahan pada 37°C selama transfusi.  Di samping  itu kadang-kadang suhu inkubator dapat  lebih  tinggi  dari 37°C  dan ini dapat  pula menghancurkan sel darah merah.

Semua ini harap kita per- hatikan.Sejak bulan April 1976 di Amerika telah dimulai pengguna- an Hemonetics model 30 cell separator untuk melakukan pe- nukaran plasma (plasma exchange) bagi pasien AIHA. Dengan alat ini didapatkan hasil yang amat baik. Plasma yang banyak mengandung auto-antibodi itu ditukar  dengan  fresh frozen yang sekarang kita buat. Dengan menggunakan alat tersebut, bukan saja jumlah trombosit  yang dihasilkan   lebih banyak, bahaya penularan  hepatitis dan terbentuknya antibodi terha- dap lekosit juga jauh berkurang karena sumbemya hanya dari seorang donor. Keuntungan bagi donornya sendiri ialah semua komponen yang tidak diperlukan akan dikembalikan ke donor pada saat itu juga. Ini berarti hanya salah satu bagian, misal- nya trombosit, lekosit, atau plasma saja yang diperlukan oleh pasien   yang diambil; sisanya tidak terbuang dan dimasukkan kembali ke donor itu. Untuk sementara, karena tempat, kon- disi dan pengalaman kita masih terbatas, alat ini belum mulai kita pakai untuk melayani terapi langsung (mengeluarkan ele- men yang berlebihan (penyebab penyakit dari penderita). Un- tuk sementara alat ini hanya digunakan sebagai blood compo- nent collector.

1 comment:

  1. info yang sangat menarik gan...mau tanya gan? apakah AIHA itu sama dengan lupus?

    ReplyDelete